Sunday, March 1, 2015

Sekarang dan Nanti

Semua yang berlalu, biarlah berlalu. Namun ini tentang kita, tentang masa dimana  kamu dan aku bersama, tanpa ada orang lain diantara kita. Bisakah aku meminta hentikan waktu untuk saat ini? semua terasa berlalu begitu cepat. Aku ingin setiap saat yang aku lewati bersamamu, bisa terekam dengan indah tanpa ada satu detik pun yang terlewatkan. Aku tau belum lama kita bersama namun rasa takut akan kehilangan ini sudah mulai ada sejak kamu masih bukan milikku.

Kamu punya masa lalu, begitu juga dengan aku. Namun saat ini kita menjalani semuanya bersama sama, tidak ada lagi waktu untuk melihat kebelakang. Mungkin kamu mempunyai masa lalu yang indah dan tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu, mungkin masa yang kamu jalani sekarang ini belum tentu bisa seindah masa lalumu itu, namun izinkan aku menunjukkan bahwa dunia bukan milik masa lalu mu. Aku di sini, di depan matamu, mengajakmu melangkah menatap masa depan.

Tetapi aku kian berharap tak pasti, membayangkan bahwa dongeng bukan hanya sekedar fiksi, berharap keajaiban datang dan sejenak bertanya “Apa yang kamu inginkan?” lantas aku menjawab “Aku hanya ingin terus bersamanya” lalu sang keajaiban menjawab “Baiklah, akan aku kabulkan”. Tetapi kehidupan tak seramah cerita fiksi, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk tetap mempertahankan apa yang sekarang menjadi milikku.

Namun akhirnya aku memilih untuk percaya, bahwa tak ada satu pun hal di dunia ini yang tak mungkin, walaupun berat dan banyak cobaan, selagi mampu semua akan aku lakukan untuk berjalan dan menata masa depan yang telah mengucapkan salam pertemuan. Menjalani detik demi detik dan mencoba lebih menghargai waktu yang tuhan berikan untuk bersamamu.


Percayalah, aku tak akan membuat keadaan memburuk, hanya lebih baik dari yang kita harapkan, hanya lebih indah dari dongeng yang kamu baca. J

No comments:

Post a Comment