Semua yang
berlalu, biarlah berlalu. Namun ini tentang kita, tentang masa dimana kamu dan aku bersama, tanpa ada orang lain
diantara kita. Bisakah aku meminta hentikan waktu untuk saat ini? semua terasa
berlalu begitu cepat. Aku ingin setiap saat yang aku lewati bersamamu, bisa
terekam dengan indah tanpa ada satu detik pun yang terlewatkan. Aku tau belum
lama kita bersama namun rasa takut akan kehilangan ini sudah mulai ada sejak
kamu masih bukan milikku.
Kamu punya masa
lalu, begitu juga dengan aku. Namun saat ini kita menjalani semuanya bersama
sama, tidak ada lagi waktu untuk melihat kebelakang. Mungkin kamu mempunyai
masa lalu yang indah dan tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu, mungkin
masa yang kamu jalani sekarang ini belum tentu bisa seindah masa lalumu itu,
namun izinkan aku menunjukkan bahwa dunia bukan milik masa lalu mu. Aku di
sini, di depan matamu, mengajakmu melangkah menatap masa depan.
Tetapi aku kian
berharap tak pasti, membayangkan bahwa dongeng bukan hanya sekedar fiksi,
berharap keajaiban datang dan sejenak bertanya “Apa yang kamu inginkan?” lantas
aku menjawab “Aku hanya ingin terus bersamanya” lalu sang keajaiban menjawab “Baiklah,
akan aku kabulkan”. Tetapi kehidupan tak seramah cerita fiksi, butuh perjuangan
dan pengorbanan untuk tetap mempertahankan apa yang sekarang menjadi milikku.
Namun akhirnya
aku memilih untuk percaya, bahwa tak ada satu pun hal di dunia ini yang tak
mungkin, walaupun berat dan banyak cobaan, selagi mampu semua akan aku lakukan
untuk berjalan dan menata masa depan yang telah mengucapkan salam pertemuan. Menjalani
detik demi detik dan mencoba lebih menghargai waktu yang tuhan berikan untuk
bersamamu.
Percayalah, aku
tak akan membuat keadaan memburuk, hanya lebih baik dari yang kita harapkan,
hanya lebih indah dari dongeng yang kamu baca. J
No comments:
Post a Comment