Wednesday, July 24, 2013

Jarak Yang Kadang Menyiksa

Jarak, kadang membuat rindu terasa sulit. Memisahkan apa yang seharusnya dipersatukan. Jarak juga terkadang menjadi cobaan, cobaan untuk saling setia dan saling mempercayai. Kamu disana, sedangkan aku disini, terkadang saling bertemu dalam pelukan doa dan mimpi.

Jarak terkadang kejam, membiarkan dua anak manusia bergulat dengan rindu tanpa bisa melepaskan diri dari jeratan air mata. Membiarkan dua anak manusia berjuang sendiri untuk saling melepaskan diri dari keadaan yang menyiksa batin.

Aku, kamu, adalah kita. Dua orang yang saling berjuang melawan rindu, saling menguatkan diri akan keadaan, selalu bertanya kepada waktu "Kapan semua ini akan berakhir?" hanya saja waktu belum bisa menjawab pertanyaan yang selama ini mengganggu benak fikiran kita. Aku hanya bisa mengobati rindu dengan mendoakanmu, terkadang memimpikan kamu dan juga berhalusinasi akan kamu. Hanya bisa menangis saat apa yang selalu aku lakukan tak akan bisa mengobati rindu itu lagi.

Mungkin jarak bukan cuma soal ratusan meter atau bahkan ratusan kilometer yang memisahkan, tapi juga soal siapa dan apa yang memisahkan dan menjauhkan kita.

Tapi, jarak yang kadang menyiksa ini membuatku belajar arti kesetiaan, kepercayaan, dan mungkin juga kesabaran. Setidaknya kita bisa bernafas lega, karena jarak bukanlah suatu hal yang bisa memisahkan kita, jarak hanya sekedar 'Jarak' yang menjadi bumbu pemanis dalam tautan rindu. Kita harus percaya, suatu saat kita bisa saling bertemu, saling berpelukan melepas rindu itu pergi jauh, tanpa peduli akan jarak, dan bertanya kepada waktu.

Salam dariku disini. Aku, merindukanmu.

No comments:

Post a Comment