Thursday, February 27, 2014

Aku Masih Ingin Tinggal.

Aku tau kamu tak lagi disini. Tak ada lagi di ruang sempit yang kita namakan hati. Kamu beranjak pergi entah kemana. Meninggalkan segala kenangan yang masih membekas di dalam hati ini. Kamu tak lagi pernah muncul dalam mimpi ku, tak lagi pernah muncul dalam dinginnya malam ku. Kini kamu benar benar pergi.

Semudah itu kah melangkah pergi dan meninggalkan segala kenangan yang ada? Semudah itu kah kamu pergi untuk mencari kehidupan baru tanpa disertakan aku di dalamnya? Semudah itu kah semua itu kamu lakukan?

Aku tidak ingin menyalahkan kamu, hanya ingin menyalahkan perasaan ku yang tak kunjung padam terhadapmu. Hanya ingin menyalahkan keadaan yang membawa aku begitu larut dalam kenangan masa lalu. Hanya ingin menyalahkan perasaan yang seharusnya tidak ada.

Kamu begitu mudah pergi. Tapi aku? Rasanya berat melangkahkan kaki ku berjalan keluar dari kenangan antara kamu dan aku. Rasanya sulit untuk melepaskan genggaman tangan yang selama ini selalu menghiasi sela sela jari ku. Rasanya sulit melepaskan tubuh yang selama ini menjadi tiang hidupku. Rasanya sulit meninggalkan bahu yang selama ini menjadi tempatku menyembunyikan air mata. Rasanya sulit membiarkan kamu pergi mencari kehidupanmu yang baru.

Aku masih ingin tinggal. Masih ingin merasakan hangatnya bekas peluk mu. Masih ingin merasakan setiap sentuhan tanganmu. Masih ingin terus menunggu sampai kamu kembali, sampai kamu menyadari bahwa aku tidak pernah berminat pergi.  Aku masih menyimpan secercah harapan agar suatu saat kamu bisa kembali, kepadaku.